Text

Sigur rós - Takk… (2005)

Sigur ros - Takk

“Kalo gua punya ini album, ga tau lagi deh harus ngomong apa.” Itu yang terlintas dipikiran saya kalo saya punya album fisiknya. Studio album keempat milik sigur rós ini memiliki judul “Takk…” yang berarti “Terima Kasih”. Album ini adalah album sigur rós pertama yang saya dengar. Band dengan frontman yang bernama jonsi ini mengusung genre post-rock/icelandic ambient memiliki “Glósóli” dan “Sæglópur” sebagai single pertamanya. Dan tentu saja single mereka yang merupakan “masterpiece” buat saya pribadi yang berjudul “Hoppípolla” dan lagu yang menjadi coda-nya “Með blóðnasir”. Tentunya mereka dibantu oleh Amiina yang mengisi String pada album ini. Banyak yang bilang, penggemar sigur rós sedikit kecewa dengan album ini karena agak berbeda dengan album-album sebelumnya. Namun tidak bagi saya. Dari track pembuka, atmosfir di album ini memiliki jiwa semangat yang perlahan naik. Lagu ”Glósóli” dengan sangat gamblang memperlihatkan itu semua ketika semua alat musik mulai memainkan bagian yang menaikkan suasana. Dilanjutkan ”Hoppípolla” yang akan membuat orang yang mendengarnya memiliki perasaan bahagia. Dan di track terakhir, ”Heysátan” dijadikan penutup yang spektakuler untuk album ini. Secara keseluruhan, sangat menyenangkan mendengarkan keseluruhan album ini karena lagu yang saling berkesinambungan dan membuatnya enak untuk didengarkan.

Text

Just Simon Pegg

Being a geek is all about being honest about what you enjoy and not being afraid to demonstrate that affection. It means never having to play it cool about how much you like something. It’s basically a license to proudly emote on a somewhat childish level rather than behave like a supposed adult. Being a geek is extremely liberating.

Text

The Title is Longer Than The Content, and Yeah It’s So Much Long that I’m Wasted Your Time Just To See The Title

Hello and goodbye, Kryptonite :)

Text

Turning Point

Watch out, Screaming Foxes is gonna rock this nation, in times.

Quote
"How happy is the blameless vestal’s lot. The world forgetting, by the world forgot. Eternal sunshine of the spotless mind. Each prayer accepted, each wish resigned."

— Alexander Pope

Text

.

Friends come and go. True friends only come. Basi ye. Iya basi. Normatif. Saya juga ga tau true friends itu yang seperti apa. Saya hanya sedang menikmati masa yang 4 tahun kedepan mungkin bakalan saya rindu bersama orang-orang baru ini. We meet, we talk, we laugh. Bertemu, ngobrol ngalor ngidur, ngatain kebodohan orang, dan tertawa. As simple as that and no need to argue huehehe.

Text

Jónsi - Go (2010)

Album ini gak akan saya dengar kalau saya tidak pernah mendengarkan Sigur Ros. Sebuah solo album dari frontman sekaligus vokalis Sigur Ros yaitu Jonsi yang berjudul “Go” dengan single “Go Do” yang memiliki pesan yang sederhana, yaitu pergi dan lakukanlah. Memiliki genre yang masih bisa dibilang sama dengan sigur ros yaitu ambient, tetapi terdapat beberapa perubahan yang dilakukan oleh Jonsi dimana musik dalam album ini lebih terdengar teatrikal, “kekanak-kanakan”, dan terdapat kesan “menyenangkan” yang terdapat pada beberapa lagu mereka seperti “Go Do”, “Animal Arithmetic”, “Around Us”, dan “Boy Lilikoi”. Beberapa lagu terdengar gloomy seperti “Kolnidur” dan “Tornado”. Seperti biasa, Jonsi menggunakan banyak instrumen dalam lagu-lagunya. Di album ini, konsep alat-alat yang digunakan cenderung out of the box. Saya menemukan xylophone digesek menggunakan cello bow, cymbal menggunakan panci dan ditambah bijih-bijih besi. Di dalam album ini Jonsi terlepas dari trademark nya yang menggunakan gitar dan bow. Ia lebih sering menggunakan gitar akustik. Overall, this is album is a worth to listen.

Text

The Beginning

Setelah sukses menjalankan semester satu dengan baik, akhirnya saya menjadi mahasiswa program studi Jurnalisme jurusan Ilmu Komunikasi UI 2011 yang memang merupakan target saya semasa SMA. Cukup dengan bermain-mainnya, di awal perkuliahan saya sudah dicerahkan oleh beberapa dosen saya di program studi jurnalisme ini. Kenapa seperti itu ? pertama, saya memilih bidang jurnalisme yang otomatis akan berkelut dibidang jurnalistik dimana saya harus cekatan, berani, dan yang saat ini belum saya kuasai adalah bagaimana cara menulis yang baik dan benar. Sampai sekarang, saya selalu minder kalau melihat artikel yang ada di koran. Entah mengapa terkadang tulisan mereka terlihat bagus di mata saya. Belum lagi ketika saya melihat artikel musik yang ada di sebuah majalah. Saya merasa lebih kurang lagi. Karena memang saya berniat untuk menjadi jurnalis musik, saya sering bertanya-tanya apakah pengetahuan saya khususnya dibidang musik sudah cukup ? Jawabannya tentu saja sangat kurang. Saya berniat untuk menambah wawasan saya di dunia musik dan meningkatkan kemampuan menulis saya. “Ah niat di mulut doang” Ya tidak apa-apa, toh hal yang baik selalu diawali dengan niat kok. Lagipula, bukankah suatu hal yang menyenangkan apabila bekerja sesuai dengan apa yang kita sukai ?

Text

L’alphalpha - When We Awake All Dreams Are Gone (2011)

L’alphalpha, sebuah band asal Jakarta yang dibentuk oleh Herald Reynaldo dan Yudhistira Mahendra yang memiliki musik beraliran post-rock, icelandic ambient, dan shoegazing. Album mereka yang sudah keluar tahun ini memberikan nafas baru pada scene indie Indonesia. Single mereka yang berjudul “The Day When Everything Around Us Fall Asleep and We Do Remember How to Awake” dan lagu-lagu lainnya terdapat karakter-karakter suara dari band asal Islandia, Sigur Ros yang memang merupakan salah satu dari influence mereka. Di album ini, mereka membuat beberapa lagu saling sambung-menyambung yang membuat mereka terkesan ingin menceritakan sesuatu lewat lagu mereka. Dengan lirik yang simpel dan suara halus Herald membuat album ini sangat cocok dinikmati sebagai pengantar tidur. Sayang hasil mixing vokal kurang begitu bagus sehingga ada beberapa part yang kurang begitu cocok didengar, tetapi secara keseluruhan band ini dapat membawa pendengarnya menikmati alunan musik khas Islandia tanpa harus jauh-jauh pergi ke Islandia.

Text

Finding Ways

On this second period that will be through

Pen and note will be his friends

Camera and lens will be his weapon of dream

Paper to another paper

Information is his desire

Music is his turning point

Trying to break that dogma

Ethics that forgotten

Money is their God

Writing is the only thing who saves

Honest will go along writing

Knows a little about everything

And that’s how he will find his way

Photo
Rise and Shine !

Rise and Shine !

Text

Evermore - Real Life (2006)

Evermore, band pop rock yang berasal dari New Zealand dan beranggotakan Jon (gitar, vokal), Peter (bass, keyboard, vokal), dan Dann (drum, vokal). Album yang bertitel “Real Life” ini dirilis pada tanggal 8 Juli 2006 dengan single “Light Surrounding You”. Secara keseluruhan, album ini sangat easy-listening dengan lirik yang minimalis. Dengan karakter vokal tipis Jon, menambah album ini semakin enak didengar dikala perjalanan pulang ke rumah. Beberapa lagu yang recomended untuk didengar diantaranya, “Running”, “Unbreakable, dan “Afloat”. Album ini ditutup dengan sangat apik dengan lagu “Goodnight Is Not The End”. Secara keseluruhan hampir semua lagu di album ini enak didengar.